Batik Madiun Harus Punya Identitas, Plt Wali Kota Dorong Pembatik Terus Berinovasi

Batik Madiun Harus Punya Identitas, Plt Wali Kota Dorong Pembatik Terus Berinovasi
  • Kategori Berita
  • Oleh Diskominfo
  • 14 Sep 2026
  • 15 kali dilihat

Batik Madiun Harus Punya Identitas, Plt Wali Kota Dorong Pembatik Terus Berinovasi

MADIUN – Batik Heritage Festival 2026 yang berlangsung pada Juli lalu menjadi salah satu langkah untuk mengenalkan karya pembatik lokal. Pengembangan batik pun terus dilanjutkan oleh Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mendorong para pembatik untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas, terutama dalam menghasilkan motif yang memiliki ciri khas Kota Madiun.


Dorongan tersebut disampaikan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun bersama Sekretaris Daerah Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto saat membuka Pelatihan Peningkatan Daya Saing Motif Batik Khas Madiun di Galeri Dekranasda, Senin (14/9). Selama tiga hari, para pembatik Kota Madiun akan mengikuti pelatihan dengan narasumber dari Temayang, Bojonegoro.


Dalam sambutannya, Plt Wali Kota Madiun mendorong para pembatik, khususnya yang tergabung dalam Asosiasi Pengrajin Batik Madiun (APBM), untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperkuat ekosistem batik di Kota Madiun.


Menurutnya, batik yang diproduksi di Kota Madiun harus memiliki identitas yang kuat sehingga mampu menunjukkan ciri khas daerah. Karena itu, kreativitas dan kemampuan pembatik perlu terus dikembangkan, salah satunya melalui pelatihan.


“Batik Kota Madiun harus berasal dari pembatik Kota Madiun dan harus punya identitas, harus punya ciri khas batik Kota Madiun,” ujarnya.


Plt Wali Kota Madiun menambahkan, pelatihan tidak cukup dilakukan sekali. Ruang pengembangan bagi pembatik perlu terus diberikan agar mereka dapat menghasilkan motif dan karya yang semakin beragam sekaligus memiliki daya saing.


“Pelatihan hari ini harus terus berjalan, jangan sampai berhenti,” tegasnya.


Ke depan, pelatihan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan galeri batik yang direncanakan pada 2027. Pemkot Madiun berharap keberadaan galeri dapat menjadi ruang bagi pembatik untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan karya khas Kota Madiun.


Selain penguatan kapasitas, Pemkot Madiun juga akan memetakan kebutuhan pembatik, mulai dari peralatan hingga dukungan permodalan usaha. Pemetaan dilakukan melalui survei agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pembatik.


“Insyaallah tahun depan kebutuhan akan kita penuhi. Tapi kalau pembiayaan akan kita koordinasikan lagi,” ungkapnya. (w.s hendro/im/diskominfo)

Awak Sigap