--}} Pemerintah Kota Madiun (@pemkotmadiun_)

Urusan kesehatan harus diprioritaskan. Apalagi saat sakit datang mendera. Karenanya, urusan jaminan kesehatan juga tidak...

pinned
  • pemkotmadiun_
  • 08 Sep 2026 10:00:46

Urusan kesehatan harus diprioritaskan. Apalagi saat sakit datang mendera. Karenanya, urusan jaminan kesehatan juga tidak...

Urusan kesehatan harus diprioritaskan. Apalagi saat sakit datang mendera. Karenanya, urusan jaminan kesehatan juga tidak boleh dikesampingkan. Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun menyebut Pemerintah Kota Madiun siap mengover biaya jaminan kesehatan seluruh masyarakat Kota Pendekar. Hal itu disampaikan Plt wali kota saat Forum Kemitraan dan Komunikasi Pemangku Kepentingan BPJS Kesehatan. Kegiatan berlangsung di ruang 13 Setda Kota Madiun, Selasa (8/9).

Urusan jaminan kesehatan memang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Nah, cakupan peserta aktif di angka 182.103 jiwa atau 90,39 persen. Sementara target pusat di angka 95 persen. Namun, dari segi kepesertaan di Kota Madiun sudah mencapai 98,80 persen. Artinya, ada ribuan masyarakat yang sudah terdaftar BPJS Kesehatan dengan status tidak aktif. Mulai dari sudah meninggal, pindah, dan lain sebagainya.

Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun menyebut Pemerintah Kota Madiun siap mengover biaya jaminan kesehatan seluruh masyarakat Kota Pendekar. Anggaran akan disiapkan untuk mengover tambahan peserta hingga memenuhi target nasional tersebut.

Pemerintah Kota Madiun sudah mengover sebanyak 69.957 peserta dengan peserta aktif mencapai 66.626. Pemkot Madiun setiap tahun menggelontorkan anggaran sekitar Rp 32 miliar setiap tahunnya untuk pembayaran jaminan kesehatan ke BPJS Kesehatan. Besaran itu dimungkinkan akan bertambah tahun depan. Salah satunya untuk mengejar kekurangan kepesertaan aktif sesuai target nasional tersebut.

Selengkapnya bisa diakses melalui website madiunkota.go.id

#pemkotmadiun #kotamadiun #108kotamadiun
#ekonomi #bpjs

  • Bagikan:
Awak Sigap